<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039</id><updated>2011-08-25T19:27:35.661-07:00</updated><title type='text'>makamkeramat</title><subtitle type='html'>Kuburan Bukan Hantu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-5486961055979961205</id><published>2010-06-10T00:39:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T00:53:18.055-07:00</updated><title type='text'>Penggali  Kubur</title><content type='html'>Pada setip pengumuman kematian, orang-orang bercangkul itu sudah siap di pekuburan. Kulitnya legam karena terik matahari Jakarta.  Badannya terlihat kurus, mungkin karena sendi dan otot lebih banyak dipakai bekerja daripada berdiam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mengantar jenazah, saya selalu memperhatikannya. Tampaknya dia tak peduli dengan mayat yang dibawa ke kuburan. Dia tak peduli apakah mayat itu orang berada atau papa.  Mati karena terlindas truk atau di atas tubuh seorang pelacur. Saya selalu perhatian para penggali kubur. Usai lahan digali sedalam 1, 5 meter dengan lebar 1 mater, dia pergi agak menjauh hingga orang-orang usai memasukkan mayat ke liang lahad.  Baru kemudian dia datang untuk menutup tanah kuburan. Tidak ada kata-kata terlontar. Saya tak pernah memperhatikan para penggali kubur bercakap selama menggali kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menutup tanah kuburan, mereka pun pergi dan tak lupa meminta imbalan ala kadarnya dari keluarga yang ditinggalkan. Biasanya, mereka akan membeli minuman penguat stamina berwarna kuning atau merah anggur.  Sambil ngaso di tengah pepohonan yang rimbun atau di kantor kuburan, mereka menenggak minuman hingga tuntas. Keringat yang bercucuran seperti menandakan bahwa mereka baru saja bekerja keras. Tanah merah bekas kubura yang menempel di baju, kaki dan tangan, mereka bersihkan ala kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tak pernah tanya siapa yang mati. Setiap pengumuman kematian akan mereka sambut dengan cangkul,  lalu menggali dengan tergesa-gesa. Mereka menggali tidak terlalu dalam, hanya sebatas dada orang dewasa. NAmun bila ingin lebih dalam, sisipkan uang ke tangan mereka. Mereka tahu cara memperdalam kuburan dan melebarkannya tanpa merusak  kuburan yang ada di sisi kiri dan kanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-5486961055979961205?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/5486961055979961205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=5486961055979961205&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/5486961055979961205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/5486961055979961205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2010/06/penggali-kubur.html' title='Penggali  Kubur'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-1998316651025839561</id><published>2009-07-31T01:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:28:14.889-07:00</updated><title type='text'>Prosedur Pemakaman di Jakarta</title><content type='html'>Bila ada anggota keluarga atau tetangga Anda yang meninggal di Jakarta, beberapa peraturan tentang prosedur pemakaman sudah ditetapkan. Maksudnya, tentu saja, agar setiap mayat yang masuk ke liang lahat atau dikremasi bisa dilaksanakan dengan cara seksama dan nyaman bagi semua anggota keluarga. Tidak ada salahnya bila hal ini dibaca: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENAZAH BARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Umum Pemakaman Jenazah Baru :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ahli waris melaporkan kepada RT dan RW kemudian ke Puskesmas untuk mendapatkan  &lt;br /&gt;      keterangan pemeriksaan mayat (model A).&lt;br /&gt;    * Surat keterangan model A dilaporkan ke kelurahan untuk mendapatkan Surat Keterangan &lt;br /&gt;      Kematian&lt;br /&gt;    * Kalau sudah lengkap, ahli waris dapat memesan tempat ke TPU terdekat/yang diinginkan&lt;br /&gt;       sesuai dengan ketentuan pemerintah&lt;br /&gt;    * Ahli waris dapat memilih petak, makam apabila tempat yang dikehendaki masih&lt;br /&gt;       memungkinkan.&lt;br /&gt;    * Setelah menyelesaikan administrasinya dan membayar retribusi sewa tanah makam, ahli&lt;br /&gt;      waris mendapat surat IPTM (izin Penggunaan Tanah Makam) yang berlaku selama 3 (tiga)&lt;br /&gt;      tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Pemakaman Jenazah Tumpangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistemnya sama dengan pemakaman jenazah baru dan dilaksanakan oleh familinya, di luar familinya ditambah izin ahli waris jenazah terdahulu. Besarnya restribusi untuk sewa tanah makam tumpangan adalah 25 % dari besarnya restribusi pemakamam baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Pemakaman Jenazah Bagi Ahli Waris Tidak Mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Prosedur sama dengan pemakaman jenazah baru&lt;br /&gt;    * Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan&lt;br /&gt;    * Biaya Penggunaaan Tanah makam&lt;br /&gt;    *  Lokasi makam ditentukan petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Pemakaman Jenazah Terlantar Yang Tidak Diketahui Ahli Warisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Penemu mayat melaporkan ke pihak kepolisian&lt;br /&gt;    * Polisi menghubungi DTPU&lt;br /&gt;    * DTPU mengangkut jenazah ke RSCM&lt;br /&gt;    * RSCM menghubungi DTPU untuk mengurus pemakamannya&lt;br /&gt;    * Jenazah dimakamkan di TPU yang telah ditunjuk&lt;br /&gt;    * Prosedur Pemakaman Jenazah&lt;br /&gt;    * RSCM memeriksa dan mengeluarkan visum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Pemakamam Jenasah Yang Akan Di Bawa Keluar Negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ahli Waris mengisi formulir permohonan dengan melampirkan :&lt;br /&gt;    * a.      Keterangan Kematian dari kelurahan&lt;br /&gt;    * b.     Keterangan Kematian dari Dokter/DKK&lt;br /&gt;    * c.     Keterangan Persetujuan Departemen Luar Negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Pemakaman Jenazah Bagi Warga Negara Yang Meninggal di Luar Negeri dan Jenazahnya Akan Dimakamkan di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Keterangan Perwakilan R.I di luar negeri&lt;br /&gt;    * Kartu Keluarga (SKTLD) ybs,&lt;br /&gt;    * Keterangan Dokter RS yang merawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya : sama dengan biaya pemakaman baru sesuai dengan blok yang dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Permohonan Menahan Jenazah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ahli waris mengisi formulir dengan melampirkan :&lt;br /&gt;    * a.Surat Keterangan kematian dari kelurahan&lt;br /&gt;    * b.Surat Keterangan pemeriksaan mayat dari Puskesmas&lt;br /&gt;    * c.Surat Keterangan tidak berpenyakit menular dari DKK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Permohonan Pengabuan / Kremasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Jenazah dan KerangkaAhli waris mengisi formulir permohonan dengan melampirkan :&lt;br /&gt;    * 1.Keterangan Kematian dari Kelurahan&lt;br /&gt;    * 2.Keterangan Pemeriksaan mayat dari Puskesmas/DKK&lt;br /&gt;    * 3.Untuk kerangka ada izin penggalian kerangka.Kemudian ahli waris dapat menghubungi krematorium yang dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk lebih jelasnya bisa menghubungi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta&lt;br /&gt;Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok G Lantai 3 Jakarta, Indonesia&lt;br /&gt;Central DKI&lt;br /&gt;Telp. 3447009 Ext: 3158&lt;br /&gt;Fax. 3848850, 3446634&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-1998316651025839561?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/1998316651025839561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=1998316651025839561&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/1998316651025839561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/1998316651025839561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2009/07/prosedur-pemakaman-di-jakarta.html' title='Prosedur Pemakaman di Jakarta'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-5481697199731088117</id><published>2009-07-31T01:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:19:48.761-07:00</updated><title type='text'>Kampung Wowo</title><content type='html'>Saat berkunjung ke Manado, beberapa tempat saya kunjungi. Selain Taman Laut Bunaken, saya pun berangkat ke Kabupaten Minahasa Selatan dan dan Danau Tondano. Selama perjalanan dari Kota Manado ke Minahasa Selatan, di pinggir jalan saya sering menjumpai komplek pemakaman dengan berbagai aneka arsitektur menawan. Demikian pula saat menuju Bitung, bahkan tempatnya sangat bagus, berada di kaki bukit tak jauh dari bibir pantai yang berangin kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya, seorang perwira polisi yang berasal dari Sangihe, mengatakan, komplek pekuburan di Minahasa disebut "Kampung Wowo" alias kampung bisu. Dia menjelaskan mengapa hal itu disebut demikian. "Sebab, komplek pemakaman tak jauh beda dari sebuah perkampungan. Hanya saja tak ada orang bercakap-cakap," jelasnya. Memang, saya amat-amati, komplek pemakaman itu terasa sepi dan jauh dari hiruk pikuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, komplek pemakaman agak berbeda. Jauh dari kesan angker dan juga sunyi. Tak jauh dari tempat tinggal saya di Kemanggisan, terletak komplek pemakama tua. Di sana, setiap pagi ada orang berolah raga, seperti jalan kaki.  Bila malam tiba, suasana pun cukup ramai. Bukan saja oleh orang berjualan tapi juga berpacaran.  Beberapa rumah penduduk, bahkan terletak bersebelahan dengan kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang lalu lalang, tampaknya tidak terbersit dalam pikirannya untuk merasa takut. Toh cahaya lampu cukup benderang. Dan orang ramai bergerombol di sana. Saya pun sering pulang malam melewati komplek pemakaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan "Kampung Bisu" bagi masyarakat Minahasa untuk komplek pemakaman cukup tepat. Di sana terbersit suasana tempat peristirahatan terakhir yang nyaman. Tapi di Jakarta, menyebut tempat peristirahatan terakhir untuk komplek pemakaman, tampaknya kurang cocok. Selain suasananya gaduh, terkadang para penghuni kubur yang tidak bernyawa itu harus rela "tempat istirahat terakhirnya" dibongkar paksa untuk dijadikan perkantoran atau komplek pertokoan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-5481697199731088117?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/5481697199731088117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=5481697199731088117&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/5481697199731088117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/5481697199731088117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2009/07/kampung-wowo.html' title='Kampung Wowo'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-7506452553222635081</id><published>2009-07-07T00:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T00:37:36.627-07:00</updated><title type='text'>Bila Kuburan Telah Penuh</title><content type='html'>Bekas Gubernur Jakarta ke 7 Ali Sadikin, wafat 20 Mei 2008 silam. Sesuai pesan almarhum,  jasadnya dikubur satu lubang bersama sang isteri Nani Ali Sadikin,  yang sudah pergi ke alam baka lebih dulu, 1986. Lelaki kelahiran Sumedang, Jawa Barat, yang dikenal keras kepala ini dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa menjabat sebagai gubernur, Bang Ali, demikian sapaan mantan perwira angkatan laut ini, dikenal sering melontarkan gagasan yang kontroversial. Termasuk soal pemakaman. Salah satunya, dialah yang meminta agar makam warga Jakarta ditumpuk saja untuk menghemat lahan kuburan yang makin sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula gagasan yang terbilang berani, yakni membakar mayat. Tapi, gagasan ini kontan memicu reaksi. Bagaimana Bang Ali menghimpun gagasan dari warga Jakarta soal pemakaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertua saya, almarhum Haji Hanafi, pernah bercerita. Pada 1972, seluruh kepala sekolah di Jakarta diminta hadir di balai kota Jakarta. Mereka bertemu langsung dengan Bang Ali. Sambil bersungut-sungut, Pak Gubernur Ali bilang, "Saya capek ngurus orang Jakarta. Dari mulai lahir, sekolah, pekerjaan sampai matinya, saya urusin," ujarnya. Maksudnya, dari mulai akte kelahiran, sekolah hingga lapangan pekerjaan bahkan lahan pekuburan harus dia siapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, soal pemakaman itu, tampaknya Bang Ali mulai kewalahan. Karena itu dia minta saran dari para kepala sekolah bagaimana sebaiknya cara memperlakukan mayat agar lahan di Jakarta yang sempit tidak terus berkurang karena lahan kuburan. Para kepala sekolah diminta menuliskan gagasannya dalam bentuk makalah yang harus segera dikumpulkan dalam tempo beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang sudah ditentukan, seluruh makalah dikumpulkan. Hasilnya adalah sejumlah gagasan, antara lain, ada yang menyarankan agar mayat yang dikuburkan dalam posisi berdiri. Jadi bukan dalam posisi berbaring seperti yang dikenal sekarang, yang membutuhkan setidaknya ukuran 2 meter lahan. Dengan posisi berdiri maka jelas tidak membutuhkamn terlalu banyak lahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang mengusulkan agar mayat yang sudah dimasukkan ke dalam tanah kemudian diguyur oleh cairan pengurai bakteri. Ya, semacam cairan yang bisa langsung membuat mayat terus membusuk dan hancur dalam tempo cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan lain yang terbilang berani adalah membakarnya, seperti dalam tradisi ngaben di Bali atau kremasi orang Tionghoa Budha. Dengan kremasi atau membakar mayat, jelas tidak membutuhkan lahan. Paling-paling tersisa abu jenasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, rupanya usulan yang terakhir ini sempat terdengar keluar. Sehingga rencana Bang Ali soal lahan kuburan banyak yang memprotes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kemudian, setelah Bang Ali wafat, kita mendapati lahan kuburan  di Jakarta yang makin sempit. Tak ada yang bisa memecahkan persoalan ini, termasuk Pemda DKI sendiri. Pemda hanya membuat cara yang sangat klasik, yakni memperlakukan lahan kuburan sebagai rumah sewa atau kamar kos. Jadi, setiap tahun harus bayar uang sewa kuburan. Tarifnya sangat tergantung lahan dan tempat. Untuk kuburan yang dekat jalan lebih mahal. Dan ada juga tarif kuburan tumpuk, yakni dalam satu lubang terdapat lebih dari satu jasad. Ini termasuk murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menumpuk jasad dalam satu lubang, salah satu cara mengurangi persoalan lahan. Tapi tak banyak yang sudi. Bang Ali, konsisten dengan sikapnya, dari sejak masih hidup sampai mati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-7506452553222635081?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/7506452553222635081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=7506452553222635081&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/7506452553222635081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/7506452553222635081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2009/07/bila-kuburan-telah-penuh.html' title='Bila Kuburan Telah Penuh'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-2600651780710319686</id><published>2009-07-06T00:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T01:17:02.239-07:00</updated><title type='text'>Di Makam Raja Ali Haji</title><content type='html'>Di makam Engku Puteri Raja Hamidah, dua perempuan duduk takzim. Kedua matanya memandang pada nisan tua yang dilapisi  kain kuning. Dari dandanannya kedua perempuan itu seperti tidak sedang berziarah. Salah seorang di antaranya mengenakan celana jeans pendek di atas lutut. Kaus ketatnya membentuk dua payudara yang membusung. Dia tepekur, matanya tertutup lalu perlahan air matanya menetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya perempuan ini sedang memohon sesuatu. Sebab, dari kabar yang saya dengar, di makam Engku Puteri Raja Hamidah, banyak perempuan memohonkan harapan akan jodoh dan perkawinan yang langgeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam Engku Puteri Raja Hamidah, adalah salah satu makam tua di Pulau Penyengat. Letak pulau ini hanya 10 menit perjalanan naik perahu di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Ada beberapa makam lain, khususnya anggota kerajaan Riau Lingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi khusus Makam Engku Puteri, cukup istimewa. Engku Hamidah adalah permaisuri Sultan Riau III Sultan Mahmud Syah dan juga pemegang regalia (alat-alat pusaka) kerajaan.  Bukan hanya itu, di komplek makam ini pula saya bisa menatap makam Raja Ali Haji. Dialah sastrawan kerajaan, yang kini sudah ditabalkan sebagai pahlawan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Ali Haji wafat pada 1873  di Pulau Penyengat. Makamnya tidak berada di dalam ruangan, sebagaimana halnya Engku Puteri. Maklum, Raja Ali Haji hanyalah sastrawan kerajaan. Tapi, justeru dialah yang namanya dikenal. Karya materpiece-nya "Guridam 12", dipahat di dinding ruangan makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain "Gurindam 12" Raja Ali Haji juga menulis sejumlah karya, antara lain, "Bustanul Katibin" (Taman Para Penulis), "Kitab Pengetahuan Bahasa", "Syair Sinar Gemala Mestika Alam", dan beberapa yang keberadaannya belum diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar pagar kompleks pemakaman, masih terdapat puluhan makam lain yang sebagian tidak bernama. Barangkali ini makam para kerabat kerajaan, yang meninggal di kemudian hari. Mereka ditempatkan di pelataran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara makam Raja Engku Hamidah, berada dalam ruangan, dengan pintu masuk yang tidak terlalu tinggi. Mereka yang akan masuk diminta menanggalkan alas kaki. Sebuah penghormatan pada keluarga kerajaan, sebagaimana halnya makam para raja di Jawa, para wali dan para ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Raja Ali Haji, layak kita beri salam takzim.  Dialah peletak dasar Bahasa Indonesia yang sekarang kita gunakan sebagai bahasa persatuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-2600651780710319686?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/2600651780710319686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=2600651780710319686&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/2600651780710319686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/2600651780710319686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2009/07/di-makam-raja-ali-haji.html' title='Di Makam Raja Ali Haji'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-1561657685211569938</id><published>2009-06-29T01:23:00.001-07:00</published><updated>2009-06-29T01:23:31.520-07:00</updated><title type='text'>Kramat</title><content type='html'>Kramat atau keramat, bagi penduduk Jakarta merujuk kepada pengertian kuburan. Ada pepatah yang masyhur, "Orang tua itu seperti keramat hidup". Maksudnya, setiap orang tua harus dihormati dan rajin didatangi seperti kalau kita pergi ke kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tempat di Jakarta memang berkaitan dengan kata kramat. Misalnya, Kramat Jati, Kramat Pulo, Kramat Manggis atau Kramata Tunggak (anda masih ingat dengan yang terakhir ini?). Hal itu menandakan bahwa dulu di sana dulu ada kuburan, yang tidak selalu berupa kompleks pemakaman. Bisa saja hanya satu atau dua makam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kramat juga bisa bermakna keramat yang artinya sesuatu yang dianggap magis, suci atau memiliki kelebihan. Ya, seperti benda keramat pada batu atau keris dan sejenisnya. Dan hingga sekarang, masih banyak orang yang menganggap keramat benda-benda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kramat, ada istilah lain untuk kuburan yakni kober. Kata ini juga terkenal di beberapa tempat. Para mahasiswa Universitas Indonesia (atau siapa saja yang melintasi kawasan Depok) akan biasa mendengar teriakan kernet bis yang berbunyi " kober, kober"di sebuah gang kecil yang akan menuju ke kampus UI. Padahal setelah saya tengok kiri kanan, tak ditemukan adanya kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang cukup lazim pula, bila ada nama gang atau jalan diberi nama yang berkaitan dengan kuburan. Di Kawasan Kebayoran Lama, ada nama jalan "Kubur Islam." Dan memang di sana ada kompleks pekuburan yang tidak begitu luas. Saya juga pernah melihat nama gang kubur (tapi lupa di mana). Orang-orang di Jakarta ini tampaknya tidak begitu takut dengan kuburan atau kramat. Toh mereka biasa saja kalau pun rumahnya berhimpitan dengan kuburan. Atau nama jalannya diberi nama kuburan. Kuburan tidak menyeramkan lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-1561657685211569938?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/1561657685211569938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=1561657685211569938&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/1561657685211569938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/1561657685211569938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2009/06/kramat.html' title='Kramat'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-4944739364456528797</id><published>2009-04-27T06:03:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T06:14:56.937-07:00</updated><title type='text'>Kunang-kunang</title><content type='html'>Menurut cerita masyarakat Pasundan, kunang-kunang adalah kuku mayat. Kunang-kunang  adalah sejenis binatang malam yang memiliki cahaya di tubuhnya. Cahayanya cukup terang bahkan cukup menjadi penunjuk arah di malam buta. Sayang, di perkotaan kunang-kunang tidak pernah terlihat lagi. Barangkali karena cahaya lampu yang benderang di malam hari membuat binatang ini enggan tampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masih kecil, aku dan teman terbiasa menangkap kunang-kunang. Tapi segera dilepaskan bila teringat bahwa itu adalah kuku mayat. Tentu karena perasaan takut. Sejak kecil kita memang sudah dekat dengan alam kubur, dengan mayat yang didongengkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingat lagi,  kapan pertama  melihat mayat secara langsung. Tapi ya dalam usia masih kanak-kanak lah. Kalau tidak salah ada tetangga yang meninggal dan aku melihat langsung, sementara anak-anak lain masih ketakutan. Aku sering perhatikan kuku mayat itu. Pucat, sama seperti kulit tanganya. Saat diraba kulit itu terasa dingin. Dingin yang berbeda dengan orang hidup yang sedang kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, "kuku mayat" itu sering aku rindukan. Terutama cahayanya yang terang di malam hari. Sayang, kota yang benderang tak memberi tempat paa kunang-kunang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-4944739364456528797?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/4944739364456528797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=4944739364456528797&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/4944739364456528797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/4944739364456528797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2009/04/kunang-kunang.html' title='Kunang-kunang'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-6206508499151838766</id><published>2008-11-24T01:29:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T01:41:11.120-08:00</updated><title type='text'>Kuburan Depan Rumah</title><content type='html'>Di Jakarta, masih banyak bertebaran kuburan di depan rumah. Biasanya kuburan-kuburan lama saat kota ini masih belum padat oleh penduduk. Ada beberapa alasan mengapa penduduk Jakarta (suku Betawi) mengubur anggota keluarga di halaman atau belakang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, anggota keluarga yang dikasihi (anak atau orang tua) sengaja di kubur agar tak jauh bila diziarahi. Ziarah kubur menjadi tradisi yang tidak boleh dilewatkan oleh orang Betawi, terutama pada hari-hari tertentu seperti menjelang puasa dan lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kuburan orang yang dicintai akan mengingatkan anggota keluarga lain akan kematian.  Makanya,  dikubur di halaman rumah agar setiap pagi ketika jendala atau pintu dibuka menyambut hangatnya mentarai, mereka pun akan dihadapkan pada pemandangan "alam akhirat" lewat seonggok tanah kuburan dan batu nisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam perkembangan kota, kebiasaan ini sudah mulai ditinggalkan. Alasannya pun cukup masuk akal. Tanah di Jakarta makin sempit, jadi bila ditambah dengan kuburan, maka tak ada ruang lagi buat orang hidup.  Banyak kejadian, satu keluarga tidak bisa memperlebar rumahnya karena terhalang oleh kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang tetangga yang menguburkan keluarganya di halaman rumah masih saya lihat empat tahun lalu, ketika Cang Jibun, demikian panggilannya meninggal dalam usia 80 tahuanan. Oleh anak-anaknya sang ibu dimakamkan di tanah keluarga, depan rumah, yang juga bersebelahan dengan tempat kost anak-anak kampus Binus di Kemanggisan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almarhum KH Junaidi,  seorang ulama Kemanggisan, yang namanya diabadikana nama jalan di sana,  jauh sebelum kemerdekaan atau jauh sebelum kota Jakarta menjadi metropolitan sudah menyatakana ketidaksetujuan dengan    tradisi mengubur di halaman rumah dengan alasan tanah itu akan berguna bagi orang hidup.  Dan orang mati selayaknya di makamkan di pekuburan.  Usul itu terbukti sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-6206508499151838766?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/6206508499151838766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=6206508499151838766&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/6206508499151838766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/6206508499151838766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2008/11/kuburan-depan-rumah.html' title='Kuburan Depan Rumah'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-6006326908392127333</id><published>2008-07-21T02:11:00.000-07:00</published><updated>2008-07-21T02:40:35.505-07:00</updated><title type='text'>Dinding Penutup Mayat</title><content type='html'>Ada sebuah benda yang wajib dipakai dalam prosesi penguburan mayat, terutama untuk ajaran Islam, yakni bilahan kayu penutup mayat dalam kubur. Kayu-kayu yang dipotong dengan ukuran rata-rata 75 sentimeter itu,  berfungsi untuk menjaga tubuh mayat agar nempel pada tanah. tetap dalam liang lahad. Mayat yang dikubur biasanya pada posisi miring menghadap ke tanah yang sudah diberi galian, seperti gua. Itulah liang lahad. Nah, menurut sebagian orang, kayu itu berguna agar posisi mayat tetap miring di liang lahad. Ada juga yang mengatakan, bila tanah kubur semakin ke bawah atau terjadi urug, maka posisi mayat cukup aman sebab  berada di dalam "gua liang lahad" tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa  daerah, liang lahad itu tidak di sisi, tapi di tengah. Jadi, mayat hanya tinggal dimasukkan ke dalamnya, tanpa repot memiringkannya lagi. Namun, tetap menggunakan kayu penutup. Apa bahasa Indonesia untuk bilahan kayu itu? Saya sendiri tidak tahu. Tapi orang Betawi biasa menyebutnya "dinding ari". Orang Sunda bilang "padung" dan orang Jawa menyebutnya "blabag".  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, orang membuat dinding penutup mayat dengan menggunakan bambu. Bambu dipecah sehingga menjadi melebar. Pernah ada cerita, karena bambu-bambu yang digunakan itu masih mengandung tunas,  yang biasanya tampak pada buku bambu, maka setelah bertahun-tahun akan muncul bakal pohon bambu. Maka tidak  heran bila dalam satu kuburan terdapat pohon bambu. Pohon bambu yang tumbuh itu boleh jadi berasal dari dinding penutup mayat. Makanya,  menurut sebagian orang, bila pergi ke suatu tempat yang banyak pohon bambunya, jangan sembarangan duduk di bawahnya. Sebab bisa jadi tempat yang kita  duduki itu adalah kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila suatu kali kita pergi ke kuburan menemukan bilahan bambu yang sudah pecah atau kotor oleh tanah, ada kemungkinan itu adalah bilahan bambu yang sudah tidak terpakai. Mungkin, itu berasal dari kuburan yang digali oleh beberapa sebab. Bisa karena kuburannya dipindahkan atau ada lebih dari satu mayat dalam satu lubang sehingga dinding penutup mayat yang lama harus dibongkar lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-6006326908392127333?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/6006326908392127333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=6006326908392127333&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/6006326908392127333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/6006326908392127333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2008/07/dinding-penutup-mayat.html' title='Dinding Penutup Mayat'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-3475538520655779600</id><published>2008-06-09T03:09:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T03:21:32.278-07:00</updated><title type='text'>Mayat Awet dalam Kubur</title><content type='html'>Sinetron kita sempat diguyur tayangan, yang disebut sinetron religi. Isinya, salah satunya, tentang mayat yang awet. Sering disebut mayat tersebut adalah makam orang suci, sehingga tubuhnya tidak hancur meski sudah dikubur bertahun-tahun. Ada lagi kisah tentang mayat yang diketahui tubuhnya hangus terbakar seperti habis kena setrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Palembang, Sumatera Selatan, seperti disebutkan dalam detik.com, ada mayat wanita bernama seger, masih tetap utuh meski sudah dikubur bertahun-tahun. Menurut cerita penduduk, Seger orangnya baik. Orang kemudian percaya dan selalu mengaitkan makam dengan hal-hal yang di luar akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal menurut para ahli, tubuh yang tidak hancur salah satunya karena tanahnya cukup subur dengan kelembaban yang bisa membuat jasad awet. Hal itu saya ketahui ketika membaca pembunuhan perempuan asal Taiwan, Aisah Susan,  yang mati di tangan pembantunya. Tapi otak dari pembunuhan keji ini sang suami korban, Hermanto dengan motif ekonomi. Tubuh Aisah yang sudah terpendam lebih dari setahun masih tampak utuh hanya membengkak. Menurut ahli forensik dokter Mun' in Idries, hal itu dimungkinkan karena jasad Aisah berada dalam tanah yang subur dan suhu yang lembab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, sebagai bangsa kita sering termakan sinetron berbau mistik dengan dibungkus agama, terutama Islam.  Mayat dalam kubur kemudian dikait-kaitkan dengan kejadian aneh-aneh. Hal ini bisa merebak di sebuah masyarakat, justeru pada saat terlilit persoalan hidup yang makin berat.  Masyarakat yang frustrasi dengan kehidupan akan dengan mudah terjebak pada isu dan tayangan penuh nilai mistik.  Dia mudah percaya pada mayat, pada orang mati. Karena orang hidup tak lagi bisa dipercaya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-3475538520655779600?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/3475538520655779600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=3475538520655779600&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/3475538520655779600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/3475538520655779600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2008/06/mayat-awet-dalam-kubur.html' title='Mayat Awet dalam Kubur'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-1662430862287655757</id><published>2008-05-30T01:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T02:16:06.512-07:00</updated><title type='text'>Burung Pembawa Kabar Kematian</title><content type='html'>"Bila kamu menyembelihnya, akan kamu temukan kapas dalam tubuh burung itu," demikian sahabat yang sudah saya lupa namanya menjelaskan ikhwal burung pemberi kabar kematian. Burung dengan suara khas yang bisa membuat badan merinding itu, bersuara seperti memanggil arwah: Cuit...cuit...cuit cuccuiiit..." Atau ada juga yang mendengarnya dengan bunyi lain: Tiirr...tiirr..tiiiir... Namun yang pasti, suara pertama akan meninggi tapi kemudian melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kono, bila suara burung itu terdengar di sore hari, terlebih saat hari gerimis, maka seseorang akan meninggal dunia. Di sebuah kampung yang sedang terserang wabah penyakit, suara burung ini menandakan bahwa malaikat maut sudah berada di sisi orang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh orang Jawa burung ini disebut Wiwik, atau dalam bahasa Latin disebut &lt;em&gt;Cacomantis merulinus&lt;/em&gt;. Orang Sunda menyebutnya manuk Siut Uncuing. Masyarakat di pedesaan yang mendengar suara burung ini, akan segera membaca istighfar. Namun di kota-kota besar suara burung ini sudah jarang kita dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi menurut para ahli burung, suara burung si pembawa kematian itu tidak terlalu dikhawatirk an. Sebab burung ini akan berdendang sesuai dengan suara hatinya: bila hari sedang mendung terlebih saat musim hujan maka suaranya akan ngelangut, persis yang sering kita dengar dalam mitos burung pembawa kabar kematian. Namun saat musim kemarau, suaranya akan terdengar lebih riang, sehingga membuat orang yang mendengarnya jadi ikut girang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, suara burung itu jarang kita dengar lagi. Saat melintas di beberapa pekuburan di Jakarta di saat senja menjelang malam pun, telinga saya sudah tidak mendengarnya lagi. Kemanakah burung itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mendengarnya saya selalu teringat pada pesan kawan masa kecil: "Jangan menangkapnya, dia berkawan dengan hantu," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-1662430862287655757?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/1662430862287655757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=1662430862287655757&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/1662430862287655757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/1662430862287655757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2008/05/burung-pembawa-kabar-kematian.html' title='Burung Pembawa Kabar Kematian'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-1463489095680882440</id><published>2008-05-29T02:25:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T02:58:48.321-07:00</updated><title type='text'>Di Makam Sunan Giri</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_UmYrRDUL6Qg/SD54YkVHVPI/AAAAAAAAAAU/iqt0N-Kc1mY/s1600-h/IMG_0138.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205730582751302898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_UmYrRDUL6Qg/SD54YkVHVPI/AAAAAAAAAAU/iqt0N-Kc1mY/s320/IMG_0138.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Empat kilo meter dari alun-alun kota Gresik, Jawa Timur, tepatnya di Desa Giri, Kecamatan Kebomas sebuah tanda menunjuk arah: Makam Sunan Giri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Giri adalah bahasa lain untuk gunung. Sebab,  ulama yang punya beberapa nama ini, mendirikan pesantren di sebuah bukit yang kemudian dikenal dengan Sunan Giri. Beberapa nam yang dia punya adalah: Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Fatah, Raden Ainul Yakin dan Joko Samudra. Nama terakhir ini didapat sebab saat bayi, sunan dibuang oleh ibunya Ratu Sekardadu, putri Blambangan (Majapahit akhir) ke luat karena dipercaya membawa kutukan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oleh sekelompok nelayan sunan yang masih orok ditemukan, dan kemudian dirawat oleh pemilik kapal Nyi Gede Pinatih. Gresik memang dekat dengan laut. Dari sebuah musola, yang ada di kompleks makam, terlihat Pulau Madura dan juga pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk mencapai kompleks  makam Sunan Giri, harus meniti anak tangga yang cukup banyak. Di sisi kanan akan berjejer para penjual makanan dan souvenir sedangkan di sisi kiri para pengemis menadahkan tangan meminta belas kasihan, dari anak-anak hingga orang tua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Makam Sunan giri berada pada sebuah lokasi yang dipagari oleh dinding kayu berhias kembang. Untuk memasukinya, diharapkan daftar terlebih dahulu kepada seorang penjaga makam yang duduk di sana lengkap dengan nampan tempat menampung derma dari para peziarah. Untuk masuk ke dalam makam Sunan Giri, perlu membungkukan badan sebab pintunya kecil, dengan kapasitas paling banyak 20 orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kompleks makam, juga terdapat kuburan anak-anak Sunan Giri seperti Raden Dalem dan Sunan Panepen. Rata-rata makam bercungkup tinggi dengan dominasi warna putih bersih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada sederet peraturan untuk masuk ke kompleks makam yang tertera di sana, antara lain: harus membuka alas kaki dan tidak boleh memotret. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena letaknya yang berada di datarang tinggi, udara lumayan segar dengan hembusan semilir angin. Tak jauh dari kompleks makam, ada sebuah lorong tempat orang berjualan. Di sana dijual peralatan sholat, seperti songkok, tasbih, perhiasan, sampai batik yang sudah ditulisi bacaan "Sunan Giri Gresik".&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di pelataran parkir, beberapa penarik ojek dan delman sudah siap menunggu. Hari-hari biasa tampak sepi. Tapi bila bertepatan dengan selawean atau tanggal 25 puasa, ramai oleh para peziarah yang membuat pedagang tumpah ruah di sana menjajakan dagangannya. Salah satunya adalah lukisan kurung. Ini adalah lukisan khas Gresik karyaalmarhumah Masmundari.  Sayang, ketika saya tanya, di mana rumah Masmundari, tak banyak orang yang tahu. Bahkan tidak banyak juga yang tahu lukisan kurung itu seperti apa. Padahal, perempuan itu pernah membawa harum nama Gresik dengan karya-karyanya. Dia juga pernah diberi anugerah seni oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Di Jakarta, namanya cukup dikenal karena memamerkan karya yang tidak lazim pada sebuah kerta. Umumnya, tentang keseharian, imajinasi dan ingatan masa lalu sang pelukis.  Mirip lukisan anak-anak tapi sangat impresif. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;              &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-1463489095680882440?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/1463489095680882440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=1463489095680882440&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/1463489095680882440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/1463489095680882440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2008/05/di-makam-sunan-giri.html' title='Di Makam Sunan Giri'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_UmYrRDUL6Qg/SD54YkVHVPI/AAAAAAAAAAU/iqt0N-Kc1mY/s72-c/IMG_0138.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-1622969101835844801</id><published>2008-05-29T00:52:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T01:57:03.474-07:00</updated><title type='text'>Kuburan Kemanggisan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_UmYrRDUL6Qg/SD5mPkVHVOI/AAAAAAAAAAM/HkTqtpjDRhw/s1600-h/IMG_0256.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205710636923180258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_UmYrRDUL6Qg/SD5mPkVHVOI/AAAAAAAAAAM/HkTqtpjDRhw/s320/IMG_0256.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di Kemanggisan, Jakarta Barat, ada kuburan yang tidak terlalu luas. Mungkin hanya seluas lima hektar. Oleh penduduk setempat disebut &lt;em&gt;kober&lt;/em&gt; Tapi, ini adalah satu-satunya kuburan yang ada di sana. Kuburan ini berada dekat dengan pemukiman warga. Bahkan, bila malam hari banyak warga yang bermain di tengah kuburan, bercengkerama. Bila pagi hari, para lansia tampak berolah raga di sana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah berapa ribu orang yang sudah dimakamkan di sana. Namun banyak kisah yang menyertainya. Usia kuburan ini pun tidak ada yang bisa memastikan. Ada seorang penduduk bercerita bahwa kuburan ini sudah ada sejak tahun 1960-an. Dia mengaku datang pertama ke Jakarta di akhir tahun 1950-an. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi menurut mertua saya, Haji Hanafi, yang usainya kini mencapai 87 tahun, kuburan itu sudah ada sejak tahun 1935. Alasan ini cukup masuk akal. Sebab ketika itu usai mertua saya sudah belasan tahun, jadi sudah bisa mengingat peristiwa yang terjadi masa itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dia bercerita, ketika itu orang Kemanggisan yang rata-rata orang Betawi, terbiasa mengubur orang di halaman rumah. Kebiasaan ini bisa terjadi karena tanah masih luas, itu pertama. Kedua, masyarakat Bewati yang rata-rata memeluk Islam memiliki keyakinan bahwa kuburan keluarga di halaman rumah itu akan mengingatkan mereka pada kematian, selain alasan yang cukup praktis: kalau ziarah kubur kagak jauh-jauh, dah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi, ayah dari mertua saya, namanya Haji Junaidi, memiliki pemikiran yang berbeda dengan orang Betawi kebanyakan kala itu. Dia justeru tidak setuju dengan kebiasaan mengubur di halaman rumah. Alasannnya, bila nanti ada anak cucu yang mau bangun rumah, akan merepotkan sebab terhalang oleh kuburan yang ada di halaman itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Singkat cerita, kuburan Kemanggisan yang dulu hanya berupa tanah lapang berdiri sudah. Tidak ada catatan siapa mayat pertama yang dikubur di sana. Tapi Haji Junaidi, yang namanya kemudian dijadikan nama jalan di Kemanggisan, pun dikubur di sana. Beliau meninggal pertengahan tahun 1970, dalam usia lebih dari 80 tahun. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sana juga dimakamkan bayi berkepala dua (Dicephalus parapagus twins) Syafitri, yang lahir di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Barat pada 2006 silam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila siang, terik matahari terasa sangat menusuk. Sebab, beberapa pohon besar yang dulu menaungi banyak yang mati, atau tumbang. Di musim kemarau, banyak anak-anak yang main layangan. Tepat di depan pintu masuk kuburan, jalanan sempit dan sering jadi sumber kemacetan, terutama mereka yang dari atau menuju ke arah Slipi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun demikian, bila ada warga di Kemanggisan atau Palmerah meninggal, mereka tetap memakamkan di sana. meski sudah banyak keluhan dari warga sendiri, soal padatnya pemakaman tersebut. Misalnya, kedalaman lubang kubur yang sebaiknya dua meter hanya tinggal satu setengah meter saja. Sebab kalau terlalu dalam bisa urug, tanah dari kuburan sebelah bisa longsor. Makanya, setiap pemakaman di sana sudah saling berhimpitan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di bagian depan, komplek A1, sudah ada penataan yaitu dengan menyeragamkan nisan. Nisan berwarna putih yang hanya ada di bagian kepala saja, ditambah rumput hijau yang lumayan indah kalau dipandang. Tapi, tidak semua sreg dengan cara semecam ini. Pasalnya, setiap nisan yang dipasang, kata sebagian warga, tidak pas di bagian kepala. Ada yang di perut, malahan ada yang sudah masuk ke kuburan orang. "Jadi, kalau berdoa, yang kita doakan ternyata kuburan orang," kata seorang warga. Nah, ribetnya mengurus kuburan di Jakarta. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-1622969101835844801?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/1622969101835844801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=1622969101835844801&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/1622969101835844801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/1622969101835844801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2008/05/kuburan-kemanggisan.html' title='Kuburan Kemanggisan'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_UmYrRDUL6Qg/SD5mPkVHVOI/AAAAAAAAAAM/HkTqtpjDRhw/s72-c/IMG_0256.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-5232388451507224234</id><published>2008-05-28T03:34:00.002-07:00</published><updated>2008-05-28T04:10:09.439-07:00</updated><title type='text'>Burung Hantu</title><content type='html'>Burung ini,  tak seangker namanya. Bahkan ada lagu anak-anak berjudul &lt;em&gt;Burung Hantu&lt;/em&gt; terdengar lucu dengan nada yang riang.  Siapapun yang menyanyikannya tidak akan merinding bulu kuduk. Begini liriknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Matahari terbenam &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hari mulai malam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;terdengar burung hantu &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;suaranya merdu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kukuk...kukuk...kukuk.. kukuk &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung ini menjadi agak seram, mungkin karena aktivitasnya di malam hari alias nokturnal. Di jagat ini ada 222 spesies burung hantu yang tersebar di seluruh dunia, kecuali Antartika. Bentuk wajahnya memang lain dari burung pada umumnya: Bulat dengan dua mata menatap ke depan seperti manusia. Di beberapa negara barat, burung ini bahkan lambang kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jawa disebut &lt;em&gt;deres&lt;/em&gt;, yang tak ada kaitannya dengan hantu. Orang Sunda menyebutnya &lt;em&gt;buek&lt;/em&gt;, juga tidak berkonotasi pada sesuatu yang menyeramkan. Orang Betawi sering menyebutnya burung &lt;em&gt;celepuk&lt;/em&gt;. Burung ini punya kebiasaan berburu di malam hari, dengan makanan favorite tikus, serangga atau kodok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil, ayah saya sempat menemukan burung ini di jalanan ketika dia akan pergi ke pasar. Burung itu ditangkapnya dan dibawa ke rumah untuk dipelihara. Warnanya bulunya cokelat dengan cakar yang tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, burung hantu tidak mudah lagi ditemukan di jalanan. Dia mungkin sudah menjadi makhluk langka. Bahkan anak-anak kecil di kota yang menyanyikannya tidak bakal bisa membayangkan seperti apa rupa burung hantu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, burung ini sangat jarang muncul dalam film-film horor. Dan juga jarang ditulis dalam cerita-cerita seram.   Padahal namanya &lt;em&gt;burung hantu&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-5232388451507224234?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/5232388451507224234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=5232388451507224234&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/5232388451507224234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/5232388451507224234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2008/05/burung-hantu.html' title='Burung Hantu'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2682857683170688039.post-5671058150508956576</id><published>2008-05-28T02:16:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T02:44:26.497-07:00</updated><title type='text'>Harold and Maude</title><content type='html'>Harold and Maude adalah film karya Hal Asbhy. Sutradara asal Amerika serikat ini kurang begitu dikenal di sini, di negaranya pun demikian. Namun, secara sinematografis film-filmnya bagus. Salah satunya adalah Harold and Maude. Film ini berkisah tentang anak muda dari keluarga kayabernama Harold,  yang tidak punya teman. Dia punya kebiasaan yang tidak lazim, yakni suka sekali mendatangi kuburan dan acara-acara penguburan. Meski yang dikuburkan dia tak kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan lainnya adalah terbiasa menakuti orang dengan cara bunuh diri.  Bukan bunuh diri betulan, hanya main-main namun benar-benar seperti kejadian sebenarnya. Misalnya, dia bisa mengambang di kolam renang seperti orang tenggelam. Pernah juga melumuri lehernya dengan cat merah seperti orang yang habis digorok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kuburan, tempat yang biasa dikunjungi oleh Harold adalah tempat-tempat penghancuran gedung yang sudah tidak terpakai. Dia bisa menikmatinya hingga duduk berlama-lama sambil membawa makanan, persis seperti orang sedang pakansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu ketika Harold berkenalan  dengan seorang nenek berusia 79 tahun,  di sebuah gereja,  menjelang acara pemakaman seseorang.  Maude nama nenek itu. Sang nenek yang tampak energik itu punya kesamaan hobi dengan Harold yakni datang ke kuburan. Perkenalan tidak biasa itu, lambat laun membuat Harold jatuh cinta pada Maude. Mereka menikah, tepat di ulang tahun Maude yang ke-80. Sayangnya, setelah menikah, Maude masuk rumah sakit dan meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Harold dan Maude memang unik. Keduanya punya kebiasaan mendatangi kuburan. Film ini, sebenarnya mengingatkan saya pada hadits Nabi yang menghimbau umatnya sering-sering ingat pada kematian bila lewat kuburan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2682857683170688039-5671058150508956576?l=hantumalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hantumalam.blogspot.com/feeds/5671058150508956576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2682857683170688039&amp;postID=5671058150508956576&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/5671058150508956576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2682857683170688039/posts/default/5671058150508956576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hantumalam.blogspot.com/2008/05/harold-and-maude.html' title='Harold and Maude'/><author><name>kemanggisan.blogspot.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
